
Dalam penanganan penyakit stroke, waktu adalah salah satu faktor penentu yang sangat penting. Masa-masa krusial dalam penanganan stroke dikenal dengan Golden Hour, yaitu pengobatan dalam waktu 60 menit setelah terjadinya gejala. Semakin cepat pasien menerima pertolongan dalam kurun waktu ini, semakin besar pula kemungkinan pasien dapat tertolong dari kecacatan bahkan kematian.
Berbicara penanganan yang tepat, penanganan pasien stroke harus dilakukan di Rumah Sakit Stroke-Ready. Penanganan di Rumah Sakit Stroke-Ready berbeda dari rumah sakit biasa, karena keberadaan Acute Stroke Team (AST) yang tanggap darurat untuk memberikan perawatan sesuai protokol dengan cara yang aman dan efisien.
Diana Chandrawati, seorang stroke survivor, turut bercerita perjuangannya melawan stroke. Berawal dari gejala tangan dan kaki kanannya yang mendadak mati rasa, Diana akhirnya didiagnosis mengalami serangan stroke. “Ketika merasakan gejala tersebut, saya langsung dibawa ke RS PON dalam kurun 2 jam untuk mendapatkan penanganan.” ungkap Diana. Ia pun merasa peranan keluarga dan perawat sangatlah penting selama melakukan proses pemulihan, dikarenakan dampak yang ia rasakan membuatnya sulit beraktivitas. Ia sadar penyakit ini perlu penanganan yang cepat. Walaupun masih proses pemulihan, perawatan yang ia dapatkan di RS Stroke-Ready kala itu betul-betul secara perlahan membantu proses pemulihan menjadi lebih efektif.
Saat ini, Indonesian Stroke Society didukung oleh Angels Initiative sedang mempersiapkan sebuah aplikasi bernama FAST Rescue yang dibuat khusus untuk membantu penanganan dan edukasi penyakit stroke. Aplikasi ini dilengkapi dengan daftar Rumah Sakit Stroke-Ready di Indonesia dan beberapa fitur lain yang tentunya sangat bermanfaat. Versi beta aplikasi FAST Rescue akan tersedia di Google Play Store pada akhir November 2020, disusul oleh fitur-fitur lengkap pada kuartal 1 tahun 2021.
Di akhir sesi webinar, Dr. Mursyid mengatakan bahwa pasien #StrokeJanganDiamDiRumah, tidak perlu takut datang ke rumah sakit dan segeralah menerima pengobatan meskipun ditengah pandemi.
Untuk menonton kembali siaran webinar, silakan klik tautan ini.